Review Film: The Photographer of Mauthausen

"The Photographer of Mauthausen" (El fotógrafo de Mauthausen), dirilis pada tahun 2018  merupakan sebuah drama biografi yang menceritakan kisah nyata Francesc Boix, seorang fotografer dan tahanan asal Spanyol di kamp konsentrasi Nazi Mauthausen Gusen selama Perang Dunia 2. Disutradarai oleh Mar Targarona, film ini dibintangi oleh Mario Casas sebagai Francesc Boix, menggambarkan usahanya yang berani untuk mendokumentasikan sekaligus menyembunyikan bukti foto kekejaman yang dilakukan di dalam kamp tersebut.

Film ini dimulai dengan membangun konteks sejarah historis yaitu kebangkitan Nazi Jerman dan Perang Saudara Spanyol, yang menyebabkan banyak warga Republik Spanyol mencari perlindungan di Prancis. Ketika Jerman menginvasi Prancis pada tahun 1940, para pengungsi ini, termasuk Francesc Boix. Francesc Boix yang seorang komunis ditangkap dan dipenjarakan di kamp konsentrasi seperti Mauthausen. Francesc Boix ditangkap dan dipaksa bekerja di kamp tersebut, di mana ia menyaksikan perlakuan brutal dan pembunuhan terhadap banyak tahanan.

Keterampilan fotografi Boix memungkinkannya bertahan hidup lebih lama daripada banyak tahanan lainnya. Ia menjadi asisten Paul Ricken, seorang perwira SS yang bertugas mendokumentasikan kegiatan kamp tersebut. Ricken, diperankan oleh Richard Van Weyden, tertarik pada fotografi, dan keahlian Francesc Boix, Paul Ricken menjadikan Francesc Boix sebuah aset yang berharga. Bekerja di layanan fotografi, Francesc Boix setiap hari berhadapan dengan kengerian kamp, ​​mendokumentasikan kedatangan tahanan baru, kondisi kehidupan yang tidak manusiawi, dan pemusnahan sistematis terhadap mereka yang dianggap tidak diinginkan oleh rezim Nazi.

Menyaksikan kekejaman tersebut, Francesc Boix miliki tekad untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Nazi. Ia memahami betapa sangat pentingnya mendokumentasikan peristiwa ini agar dunia mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi di Mauthausen. Meskipun menghadapi risiko pribadi yang besar, Francesc Boix mulai secara diam-diam menyembunyikan dan menyimpan foto-foto negatif  yang menggambarkan kekejaman di kamp Mauthausen..

Film ini menggambarkan kehidupan sehari-hari para tahanan di Mauthausen, menyoroti kelaparan, kerja paksa, dan kekerasan sewenang-wenang yang mereka alami. Banyak yang terbunuh dengan cara ditembak, digantung, ataupun cara keji lainnya, sementara yang lain meninggal karena kelelahan dan kekurangan makanan. Di tengah penderitaan, Francesc Boix dan tahanan lainnya menjalin ikatan solidaritas, saling tolong menolong untuk bertahan hidup dan melawan kondisi kamp Mauthausen yang tidak manusiawi.

Suatu hari, sekelompok tahanan Spanyol tiba di Mauthausen. Boix ditugaskan untuk memotret mereka, termasuk seorang anak laki-laki bernama Anselmo, yang ayahnya kehilangan satu kaki. Boix mencoba menghibur Anselmo, tetapi ketika mengetahui bahwa ayah Anselmo dibunuh secara brutal saat mencoba melarikan diri. Peristiwa ini memperkuat tekad Boix untuk mengungkap kejahatan Nazi.

Saat perang berlangsung, Francesc Boix dan sesama tahanan lainnya mengetahui melalui radio tersembunyi bahwa tentara Jerman telah dikalahkan oleh Uni Soviet dalam Pertempuran Stalingrad. Menyadari bahwa Nazi mungkin mencoba menutupi kekejaman mereka, Francesc Boix mengintensifkan upayanya untuk menyembunyikan bukti foto. Dia meminta bantuan tahanan lain untuk menyembunyikan foto-foto negatif yang ia peroleh, dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk memastikan kebenaran akan terungkap.

Para tahanan berkoordinasi untuk menyembunyikan foto-foto negatif di berbagai lokasi di seluruh kamp. Namun, beberapa rekan Francesc Boix tertangkap dan dibunuh oleh SS. Meskipun mengalami kemunduran ini, Francesc Boix dan tahanan lain yang tersisa tetap bertahan, didorong oleh tekad mereka untuk mengungkap kejahatan Nazi ke seluruh dunia.

Dalam langkah yang sangat berisiko, Francesc Boix menyelundupkan beberapa foto-foto negatif ke Anselmo saat berkunjung ke rumah Franz Zeireis, komandan kamp. Francesc Boix diperintahkan untuk mendokumentasikan ulang tahun putra Zeireis sang komandan kamp.

Akhirnya, Francesc Boix dan rekan-rekan tahanannya berhasil menyelamatkan sejumlah besar foto-foto negatif. Setelah pembebasan Mauthausen pada tahun 1945, foto-foto ini menjadi bukti penting dalam Pengadilan Nuremberg, yang membantu menghukum para pemimpin Nazi atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

Setelah perang, Francesc Boix pindah ke Prancis dan menjadi saksi kunci dalam persidangan terhadap para pemimpin Nazi. Ia memberikan kesaksian di Pengadilan Nuremberg, di mana foto-foto yang ia selamatkan digunakan sebagai bukti yang memberatkan para pelaku kejahatan perang. Kesaksiannya memainkan peran penting dalam mengungkap kebrutalan Nazi kepada dunia. Namun, akibat kondisi buruk yang ia alami selama bertahun-tahun di kamp konsentrasi, kesehatan Boix memburuk. Ia meninggal pada tahun 1951 dalam usia 30 tahun akibat penyakit ginjal.

"The Photographer of Mauthausen" adalah penggambaran yang kuat tentang kengerian Holocaust dan keberanian mereka yang melawan rezim Nazi1. Film ini menyoroti pentingnya melestarikan memori sejarah dan meminta pertanggungjawaban para pelaku kekejaman1. Film ini juga menunjukkan ketahanan dan solidaritas para tahanan yang, meskipun menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan, tidak pernah kehilangan harapan akan keadilan dan kebebasan. Mario Casas kehilangan 12 kg untuk menggambarkan Francesc Boix yang kekurangan gizi secara akurat.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Berkendara dan Perlunya Aturan Jelas Untuk Pengguna Sepeda Listrik

Mengunjungi Situs Semedo: Peninggalan Bersejarah Fosil Manusia Purba di Kedungbanteng Kabupaten Tegal

Festival Lopis Raksasa Kota Pekalongan Kembali Pecahkan Rekor dan Satukan Warga