Postingan

Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda: Peran Media Sosial, Tekanan Akademis, dan Ekspektasi Sosial

Gambar
Generasi muda masa kini menghadapi kesulitan-kesulitan khusus yang belum pernah ditemui dalam sejarah. Dengan kecepatan perubahan yang terjadi, masalah kesehatan mental menjadi semakin penting. Sekarang ini, kesehatan mental merupakan penyakit serius yang memerlukan perawatan yang cermat, bukan sekadar "perubahan suasana hati" atau fase remaja. Media sosial, tekanan akademis, dan meningkatnya ekspektasi sosial merupakan tiga elemen utama yang sering kali berubah menjadi pemicu. Awalnya dibuat untuk membina hubungan, media sosial sering kali berubah menjadi pedang bermata dua. X (sebelumnya Twitter), Instagram, dan TikTok adalah contoh platform yang menampilkan "sorotan" kehidupan orang lain. Kita terus-menerus diperlihatkan gambar-gambar kebahagiaan, kesuksesan, dan kehidupan ideal yang sering kali sangat berbeda dari dunia nyata. Perbandingan yang tak terhindarkan ini dapat menyebabkan kekhawatiran, harga diri rendah, dan perasaan tidak aman. Kaum muda yang mengala...

Etika Berkendara dan Perlunya Aturan Jelas Untuk Pengguna Sepeda Listrik

Gambar
Di tengah meningkatnya pemakaian sepeda listrik sebagai pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan, muncul tantangan baru terkait etika dan keselamatan berkendara. Banyak pengguna sepeda listrik tampaknya masih kurang paham mengenai tanggung jawab dan batasan mereka saat berada di jalan raya. Minimnya kesadaran mengenai keselamatan berkendara menjadi perhatian, apalagi melihat bahwa kendaraan listrik ini digunakan oleh beragam kalangan, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga para ibu rumah tangga. Meskipun kemudahan dan kepraktisan menjadi daya tarik utama, tampaknya faktor keselamatan masih belum dianggap penting oleh banyak pengguna. Saat ini sepeda listrik sudah banyak digunakan oleh berbagai kalangan, Beberapa orang melintas menggunakan sepeda listrik di kawasan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan, Jumat (16/Mei/2025). Penggunaan motor listrik kini semakin marak di kalangan anak-anak hingga ibu rumah tangga karena dinilai lebih praktis dan ramah lingkungan. Seringkali, m...

Festival Lopis Raksasa Kota Pekalongan Kembali Pecahkan Rekor dan Satukan Warga

Gambar
Kota Pekalongan – Tradisi Syawalan di Kota Pekalongan kembali disemarakkan dengan gelaran Festival Pemotongan Lopis Raksasa yang digelar di dua titik, yakni Krapyak Kidul Gang 8 dan Krapyak Lor Gang 1, Senin (07/04/2025). Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi festival untuk menyaksikan pemotongan lopis raksasa, yang kini bukan hanya menjadi simbol budaya, namun juga ajang pemersatu masyarakat. Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Mas Aaf, hadir langsung dalam acara tersebut bersama Ketua TP PKK Hj Inggit Soraya, Wakil Wali Kota Hj Balgis Diab, serta sejumlah pejabat Forkopimda. Mereka turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan keberhasilan festival yang kembali mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). “Festival ini bukan hanya seremoni Syawalan. Ini adalah momentum untuk mempererat persatuan warga Kota Pekalongan,” ujar Mas Aaf. “Lopis, yang dibuat dari beras ketan dengan sifat merekat, menjadi simbol penting ten...

Prepegan, Tradisi Masyarakat Menjelang Lebaran

Gambar
Tegal - Menjelang hari raya Idul Fitri masyarakat disibukkan dengan berbagai macam aktifitas seperti bersih-bersih, memasak, serta berbondong-bondong berbelanja ke pasar, ataupun supermarket guna memenuhi kebutuhan selama lebaran. Tradisi ini disebut dengan "Prepegan". Prepegan merupakan istilah untuk penyebutan tradisi dua hari menjelang lebaran, ditandai dengan beberapa ramainya pasar, ataupun supermarket disebabkan banyaknya masyarakat yang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan selama hari lebaran nanti. Prepegan adalah tradisi masyarakat Jawa, terutama di wilayah pantai utara seperti Brebes, Tegal, dan Pemalang, yang mengacu pada kegiatan berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan lebaran pada hari terakhir bulan Ramadhan.  Kata "prepegan" sendiri berasal dari bahasa Jawa "mrepeg" yang berarti mendesak, mendadak, atau ketergesaan, mencerminkan urgensi berbelanja menjelang lebaran. Prepegan sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu Prepegan kecil dan Prepe...

Review Film: The Photographer of Mauthausen

Gambar
"The Photographer of Mauthausen" (El fotógrafo de Mauthausen), dirilis pada tahun 2018  merupakan sebuah drama biografi yang menceritakan kisah nyata Francesc Boix, seorang fotografer dan tahanan asal Spanyol di kamp konsentrasi Nazi Mauthausen Gusen selama Perang Dunia 2. Disutradarai oleh Mar Targarona, film ini dibintangi oleh Mario Casas sebagai Francesc Boix, menggambarkan usahanya yang berani untuk mendokumentasikan sekaligus menyembunyikan bukti foto kekejaman yang dilakukan di dalam kamp tersebut. Film ini dimulai dengan membangun konteks sejarah historis yaitu kebangkitan Nazi Jerman dan Perang Saudara Spanyol, yang menyebabkan banyak warga Republik Spanyol mencari perlindungan di Prancis. Ketika Jerman menginvasi Prancis pada tahun 1940, para pengungsi ini, termasuk Francesc Boix. Francesc Boix yang seorang komunis ditangkap dan dipenjarakan di kamp konsentrasi seperti Mauthausen. Francesc Boix ditangkap dan dipaksa bekerja di kamp tersebut, di mana ia menyaksikan...

Mengunjungi Situs Semedo: Peninggalan Bersejarah Fosil Manusia Purba di Kedungbanteng Kabupaten Tegal

Gambar
  TEGAL – Berwisata sambil melihat dan mempelajari kehidupan masa purbakala dari beberapa fosil-fosil tubuh mereka selalu menarik dan asyik untuk diamati. Seperti salah satu destinasi wisata yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan benda-benda pada masa purbakala yang terletak di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Awal dari pembangunan Situs Semedo ini diawali dengan ditemukannya fragmen tengkorak Homo Erectus sekitar tahun 2011 oleh seorang warga bernama Dakri. Selain itu ditemukan juga sisa fosil manusia purba, fosil flaura fauna, dan berbagai artefak batu serta artefak tulang pada Kawasan Cagar Budaya Semedo. Dari hasil penemuannya ini lalu diteliti oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, yang akhirnya menyatakan bahwa pecahan atau tengkorak bagian belakang tersebut merupakan fosil manusia purba dari awal Kala Pleosten Tengah yang berusia sekitar 700.000 tahun lalu. Hal ini yang membuat Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknolo...